Gereja Ayam Bukit Rhema Magelang



Gereja ayam di magelang, apa sih uniknya?
pada tanggal 25 desember 2017 merupakan hari natal bagi umat kristiani/kristen. Kebetulan saya libur kerja, saya diminta untuk menemani seorang teman berwisata diwilayah magelang, tepatnya akan berwisata kesebuah bangunan kuno yang dibangun pada tahun 1990 oleh Daniel Alamsjah. Sudah skitar 20 tahun lebih usia bangunan ini, namun menurut panitia wisata, pembangunan geraja ini belum juga selesai.
Gereja ayam terletak di Kabupaten magelang, jawa tengah, indonesia; sebelah barat dari candi borobudur. Karena tidak tahu arah, saya memutuskan memakai google maps untuk sampai dilokasi wisata. Saya merasa seperti terkena iklan media sosial yang banyak terdapat di iklan youtube “SEMUA LEBIH MUDAH DENGAN GOOGLE”. Setelah membuka google maps, mendapatkan koordinat lokasi, saya segera meluncur. Perjalanan kurang lebih 1 jam dari kabupaten purworejo.
Sesampainya dilokasi titik maps (Tujuan wisata), saya segera memarkirkan kendaraan roda dua dengan tarif Rp3.000 rupiah langsung tunai brey. Gak pake lama langsung berjalan ke arah tempat wisata bukit rhema atau gereja ayam. Perjalanan keatas bukit membutuhkan waktu sekitar 15 menit dengan berjalan kaki sejauh 300 meter menanjak, melintasi anak tangga atau bila anda tidak sanggup berjalan jauh, anda dapat menyewa mobil jeeps dengan tarif Rp10.000 rupiah per orang untuk sampai keatas bukit rhema.
Setelah menaiki anak tangga dengan sepenuh tenaga, akhirnya saya sampai diatas bukit. “Besar betul bangunan Gereja ayam ini” gumam saya. Ketika saya sampai, lokasi ini sudah ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai kota di indonesia. Bahkan wisatawan asing dari Eropa dan Jepang juga ada yang berkunjung kemari loh. Saya berusaha mendekat ke turis untuk mendengarkan apa sebenarnya yang mereka bicarakan tentang bagunan gereja ayam ini. Yang saya dengar dari percakapan turis asing hanya “That’s so beatiful”. Selebihnya saya tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Hehe
Untuk masuk ke wisata gereja ayam, harga tiket untuk wisatawan lokal seharga Rp15.000 dan wisatawan asing Rp30.000 per orang. Tidak usah khawatir harus membawa bekal dari rumah, disini banyak terdapat pedagang jika anda merasa haus atau lapar setelah menaiki bukit rhema.
Namun, harga tiket masuk yang ditawarkan sudah termasuk biaya makanan tradisional yang bisa anda nikmati dilantai 2 bersama rekan-rekan atau pacar anda.
Singkong paling mahal sejawa tengah, seharga Rp30.000 rupiah yang pernah saya nikmati. Karena hanya menyediakan makanan tradisional anda harus membawa air mineral atau dapat juga memesan di outlet pada lantai 2 bangunan gereja ayam ini.
Oh ya... bangunan gereja ayam memiliki 3 lantai, terdiri dari:
a) Lantai dasar adalah tempat berdo’a. Dilantai ini ada banyak lorong dengan lampu remang-remang dan banyak kamar berkapasitas satu orang sebagai tempat untuk berdo’a kepada Sang Pencipta langit & bumi. Setiap pintu kamar diberi pesan #private prayer room#
b) Lantai 1 adalah aula pertemuan atau ruang menunggu pengunjung. untuk naik keatas (puncak) bangunan gereja, setiap pengunjung diwajibkan mendaftar dan mengantri ke kepanita. Karena bangunan puncak yang sempit dengan kapasitas maksimal 12 orang  untuk berfoto secara bergantian dibangunan mahkota gereja ayam. (terletak di sisi barat bangunan gereja ayam)
c) Lantai 2 adalah tempat santai pengunjung untuk menukarkan tiket masuk dengan makanan tradisonal yang telah disediakan. Sembari menunggu banyaknya antrian pengunjung, anda bisa bersantai dan menikmati pemandangan sembari menikmati makanan tradisional dioutlet yang terdapat pada lantai dua. (terletak pada sisi timur gereja ayam).
d)Lantai 3 adalah puncak bangunan gereja ayam dengan mahkota yang wonderfull menurut saya, dari tempat ini pemandangan sangat terlihat hijau dan besarnya gunung merapi, serta candi Borobudur dapat di lihat dari tempat ini.
Selesai sudah perjalanan wisata saya sebagai tour guide dikota magelang. Bagaimana, apakah anda tertarik untuk mengunjungi Gereja ayam di kota magelang atau tempat wisata lainnya?


Sejarah Gereja Ayam
Bangunan ini didirikan pada tahun 1990an oleh Daniel Alamsjah. Dia mengaku telah di ilhami oleh Tuhan untuk membangun sebuah rumah doa melalui sebuah mimpi yang pada tahun 1989. Alamsjah adalah orang Kristen, namun membangun tempat untuk menyambut para pengikut agama apapun untuk doa atau meditasi.

Karena kesulitan keuangan dan perlawanan masyarakat lokal, pembangunannya tidak pernah selesai. Pembangunannya dihentikan pada tahun 2000 dan bangunan tersebut sebagian besar telah dibiarkan memburuk. Meski demikian, dalam beberapa tahun terakhir tempat ini telah sering dikunjungi oleh turis atau wisatawan mancanegara, dan juga oleh pasangan yang mencari foto pernikahan (Preweed) atau menikah di gedung. Selain melayani dalam kapasitas religius, bangunan tersebut juga telah digunakan untuk merehabilitasi anak-anak cacat atau pecandu narkoba, atau sebagai suaka gila. Setelah penggambaran situs ini dalam beberapa film selama dekade terakhir, gereja tersebut telah mencapai tingkat ketenaran dan sekarang menjadi objek wisata dikota magelang.

Baca juga: Tarif cek saldo diATM Link bikin shock!

Sebuah film dokumenter Into the Inferno dari tahun 2016 mencurahkan satu segmen ke gereja. Film Ini berpendapat bahwa gereja tersebut dimaksudkan untuk memiliki hubungan dengan gunung berapi lokal, karena kepala burung merpati mengarah ke arah gunung berapi.
Gereja Ayam adalah "rumah doa" yang sering disebut sebagai gereja di wilayah Magelang di Pulau Jawa, Jawa Tengah, Indonesia. Strukturnya dibangun dalam bentuk Burung merpati, namun mengingatkan banyak masyarakat yang melihat seperti seekor ayam betina; Oleh karena itu, penduduk setempat menyebutnya dengan gereja ayam, sebuah nama yang sering dikenal di situs internet.
Sumber://wikipedia.org/gerejaayam

Demikian yang bisa kami sajikan untuk anda. Nantikan ulasan materi wisata dikota lainnya dalam website ini. Jangan lupa Subcribe E-mail anda dibawah halaman website untuk terus mengikuti materi terbaru. tetap sabar menanti ya..

Related Posts

Gereja Ayam Bukit Rhema Magelang
4/ 5
Oleh